Sejarah Candi Borobudur (Tugas Study Tour)

Sejarah Candi Borobudur

Borobudur was built around 800 AD or the 9th century. Borobudur was built by the followers of Mahayana Buddhism during the reign of Dynasty dynasty. The temple was built in the heyday of the dynasty dynasty. Founder of the Borobudur Temple, King Samaratungga originating from or dynasty dynasty dynasty. The possibility of this temple was built around 824 AD and was completed around the year AD 900′s during the reign of Queen Pramudawardhani who is the daughter of Samaratungga. While the architects who contributed to build this temple according to a story passed down through generations named Gunadharma.

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma. Continue reading

Mengenal Lebih Dalam Candi Borobudur

Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9

Who does not know Borobudur? This Buddhist temple has 1460 relief panels and 504 Buddha effigies in its complex. Millions of people longing to visit the buildings included in this World Wonder Heritages. Not surprising since architecturally and functionally as a place of worship, Borobudur is attractive.

Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Continue reading