Museum Benteng Vredeburg (Study Tour)

Benteng Vredeburg Yogyakarta

Yogyakarta Vredeburg predictably stood closely related birth Yogyakarta Sultanate. Giyanti February 13, 1755 agreement which the successful completion of the feud between His Majesty the Prince Mangkubumi Pakubuwono III (Sri Sultan Hamengkubuwono I) is the result of Dutch politics who always want to interfere in the domestic affairs of Javanese kings at that time.

Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengat lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I) adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri Raja-raja Jawa pada waktu itu. Continue reading

Studi Tour Monumen Jogja Kembali (Monjali)

MONUMEN JOGJA KEMBALI (MONJALI) – Jejak Peristiwa Enam Jam di Yogyakarta

1 Maret 1949, 06.00
Pusat Kota Yogyakarta

Sirens sounded rests of the Dutch defense post. Under the command of Lieutenant Colonel Suharto, commander of Brigade 10 Wehrkreise region III, began to demolish the Dutch defense after obtaining approval from the lane IX as the originator of the attack. Dutch troops that since the Dutch Military Aggression II in December 1948 was distributed in small outposts, scattered and weakened. During six hours of the Indonesian military (TNI) succeeded in occupying Yogyakarta, after hitting the Dutch troop. Promptly at 12:00 noon, according to the plan, all troops to withdraw from the city center when assistance comes Netherlands. A defeat for the Dutch.

Bunyi sirene tanda istirahat dibunyikan dari pos pertahanan Belanda. Di bawah komando Letkol Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III, mulai menggempur pertahanan Belanda setelah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku penggagas serangan. Pasukan Belanda yang satu bulan semenjak Agresi Militer Belanda II bulan Desember 1948 disebar pada pos-pos kecil, terpencar dan melemah. Selama enam jam Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menduduki Kota Yogyakarta, setelah memaksa mundur pasukan Belanda. Tepat pukul 12.00 siang, sesuai dengan rencana, semua pasukan TNI menarik diri dari pusat kota ketika bantuan Belanda datang. Sebuah kekalahan telak bagi pihak Belanda. Continue reading

Museum Geologi Bandung (Studi Tour)

Museum ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada di bawah perlindungan pemerintah. Museum ini menyimpan dan mengelola materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral, yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Continue reading

Study Tour Candi Borobudur

Candi Borobudur

Borobudur temple is located in Magelang, Central Java, about 40 km from Yogyakarta. Borobudur has 10 levels consisting of six levels of a square, 3 levels of a circular and a main stupa as the peak. At each level there are several stupas. Altogether there are 72 stupas in addition to the main stupa. In every stupa there is a statue of Buddha. Ten levels of Buddhist philosophy the ten levels of Bodhisattva who must pass to reach the perfection of the Buddha in nirvana. This perfection is symbolized by the main stupa at the top level. Borobudur structure when viewed from above form a mandala structure that describes the Buddhist cosmology and human thinking.

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia. Continue reading

Sejarah Candi Borobudur (Tugas Study Tour)

Sejarah Candi Borobudur

Borobudur was built around 800 AD or the 9th century. Borobudur was built by the followers of Mahayana Buddhism during the reign of Dynasty dynasty. The temple was built in the heyday of the dynasty dynasty. Founder of the Borobudur Temple, King Samaratungga originating from or dynasty dynasty dynasty. The possibility of this temple was built around 824 AD and was completed around the year AD 900’s during the reign of Queen Pramudawardhani who is the daughter of Samaratungga. While the architects who contributed to build this temple according to a story passed down through generations named Gunadharma.

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma. Continue reading

Mengenal Lebih Dalam Candi Borobudur

Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9

Who does not know Borobudur? This Buddhist temple has 1460 relief panels and 504 Buddha effigies in its complex. Millions of people longing to visit the buildings included in this World Wonder Heritages. Not surprising since architecturally and functionally as a place of worship, Borobudur is attractive.

Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Continue reading